Hari Sial Enggak Ada di Kalender #1
Rabu, 12 Oktober 2026 Hari itu akan kukenang seumur hidup karena aku hampir kehilangan nyawa! Pada pagi hari yang cukup cerah, aku berangkat ke kantor Inside Lombok. Itu masih pukul

Pindah Berkala Online ke Offline di Kuta Mandalika
Sebagai orang yang sehari-harinya akrab banget sama dunia digital, algoritma, dan bikin konten, kalian mungkin mikir kerjaan saya cuma di depan laptop atau megang HP doang. Tapi setahun belakangan ini,

Digital Native & Local Pride: Catatan dari Talkshow “Gen Z Jaga Tradisi” di Poltekpar Lombok
Poltekpar Lombok – Jumat, 6 Oktober 2023 Hampir 3 tahun lalu saya berkesempatan untuk mampir ke Poltekpar Lombok atas undangan dari tim Senat Mahasiswa dalam acara SEMATALK dengan tema “Gen

Sesuatu yang Kelak Menjadi Tempat untuk Pulang
Rabu, 22 April 2026 (edisi late post) Hari ini tepat satu tahun yang lalu aku memperjuangkan sesuatu yang kelak menjadi tempat untukku pulang, rumah. Ya, 12 bulan lalu aku menandatangani

Tiga Bulan di Luar Zona Nyaman
11/8/25 Tugasku sebagai marketing di Royal Medika belum genap tiga bulan. Sejauh ini semua kendala terselesaikan dengan baik. Mulai dari marketing secara online maupun marketing secara offline (yang mana menjadi

Marketing Hidup Bersamamu
Sabtu, 14 Juni 2024 Hari ini adalah hari spesial karena Nona Teh berulang tahun. 27 tahun sudah dia menghirup oksigen di muka bumi ini. Aku menghabiskan waktuku bersamanya dan mampir

Kenapa Kuta Mandalika Lebih Ramai dari Senggigi?
Ini adalah cerita lanjutan dari Part Senggigi. Di blog sebelumnya, aku mengatakan kalau Senggigi sepi karena beberapa kesialan pelajaran hidup yang kami alami. Nah, berbeda cerita dengan Kuta Mandalika atau

Sehari Sebelum Tahun 2025
Tahun baru 2025, siapa sangka 2024 berganti dengan begitu cepat? Setidaknya begitu menurutku. Aku menghabiskan 1 hari terakhir tahun lalu bersama rekan kantorku, Mbak Adel dan Mbak Yanti–dalam rangka belajar

Kembali ke Rumah Sakit Ini Lagi
Sabtu, 16 November 2024 Pagi ini berjalan seperti biasa sebelum tiba-tiba sebuah pesan WhatsApp muncul, “Gam,pendok ppk tuan,lek IGD propensi” yang kalau di Indonesiakan menjadi “Gam tengok Mbah Haji, lagi