
Sebagai orang yang sehari-harinya akrab banget sama dunia digital, algoritma, dan bikin konten, kalian mungkin mikir kerjaan saya cuma di depan laptop atau megang HP doang. Tapi setahun belakangan ini, saya lagi sering banget “turun gunung” alias panas-panasan di jalan.
Sekarang saya juga lagi megang strategi marketing buat Royal Medika Healthcare. Buat yang belum tahu, klinik kami ini fokusnya sama layanan kesehatan di titik-titik pariwisata utama Lombok. Saat ini kami sudah beroperasi di Kuta Mandalika dan Gili Air.
Nah, tantangan menariknya ada di sini. Di era yang serba digital ini, prinsip marketing yang kami terapin justru banyak offline-nya. Kami pakai taktik klasik: door-to-door dan canvassing langsung ke hotel-hotel buat nawarin kerja sama. Orang biasanya sih nyebutnya ‘pergi nganpas’.
Awalnya mungkin kedengaran melelahkan, tapi setelah dijalanin, ternyata seru banget dan banyak ilmu lapangannya. Ini dua hal yang saya pelajari dari aksi ketuk pintu kemarin:
1. Trust Itu Dibangun Lewat Jabat Tangan, Bukan Cuma DM
Di bisnis kesehatan, yang kita jual itu bukan cuma fasilitas, tapi kepercayaan (trust). Pas kita datang langsung, senyum, dan jabat tangan sama pihak manajemen hotel, rasanya beda banget dibanding cuma kirim email penawaran atau DM Instagram. Ada hubungan emosional yang terbangun. Pihak hotel jadi tahu kalau tamu mereka kenapa-napa, ada tim Royal Medika yang siap back-up dengan cepat.
2. Seni Canvassing: Jadi Tahu Kebutuhan Riil di Lapangan
Pas keliling canvassing ke hotel-hotel di area Kuta Mandalika dan sekitarnya, saya nggak cuma sekadar naruh brosur. Di sana kami ngobrol langsung sama Front Office Manager atau bahkan General Manager-nya. Dari situ kami jadi tahu apa aja keluhan atau kendala medis yang sering dihadapi turis selama ini. Informasi berharga kayak gini nggak bakal kita dapetin kalau cuma duduk manis di belakang meja. Ya mungkin bisa aja sih didapetin kalau kita peka dan banyak nanya, hehe.
Closing Thought
Bagi saya, digital marketing itu penting banget buat bikin orang tahu (awareness). Tapi buat ngegolin kerja sama bisnis (B2B) yang solid, strategi boots on the ground alias terjun langsung ke lapangan itu nggak ada tandingannya. Kombinasi antara branding digital yang rapi dan eksekusi offline yang agresif adalah formula paling pas buat memenangkan pasar pariwisata saat ini.
Jadi buat para marketers, jangan anti buat panas-panasan di lapangan ya. Banyak cerita seru yang nungguin kalian bisa di luar sana.
But, jangan juga terus terusan di luar juga. Dunia modern dan digital marketing juga harus terus kita pelajari. Sepertinya saya yang terus memaksimalkan Royal Medika (klik tulisannya untuk intip digital marketing kami) 🙂